Di Puncak Akan Dibuat Sebuah Area Tempat Istirahat Sebesar 7 Hektar Yang Menjadi Salah Satu Langkah Pemerintah Untuk Membantu Industri Pariwisata

Di Puncak Akan Dibuat Sebuah Area Tempat Istirahat Sebesar 7 Hektar Yang Menjadi Salah Satu Langkah Pemerintah Untuk Membantu Industri Pariwisata

Berita Terbaru Properti – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengatur pengembangan wilayah istirahat untuk membantu kursus industri perjalanan di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor. Pengembangan wilayah peristirahatan ini adalah bagian dari zona Puncak program dewan dalam upaya bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pengembangan wilayah peristirahatan ini juga diikuti oleh migrasi pedagang kaki lima ke tempat yang lebih tepat dan lebih aman. “Rencana permainan wilayah Puncak adalah salah satu upaya yang ditarik untuk mengurangi bahaya longsoran di jalur Puncak karena perubahan dalam penggunaan spasial, curah hujan tinggi, dan kondisi geologis,” Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip mengatakan pada situs Kementerian PUPR, Senin (3/8) 2020).

Di Puncak Akan Dibuat Sebuah Area Tempat Istirahat Sebesar 7 Hektar Yang Menjadi Salah Satu Langkah Pemerintah Untuk Membantu Industri Pariwisata

Pengembangan wilayah istirahat akan dimulai tahun ini dan dievaluasi bahwa pekerjaan akan selesai pada tahun 2021. Pengembangan zona istirahat ini menggunakan zona seluas 7 hektar yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara VIII yang terletak dekat dengan kawasan Wisata Agro Gunung Mas. , Bogor. Zona istirahat akan dilengkapi dengan berbagai kantor untuk memberikan penghiburan kepada pengendara. Diantaranya, 3 daerah meninggalkan daerah dengan wilayah lengkap 1.774 meter persegi untuk mewajibkan sekitar 500 kendaraan, masjid 576 meter persegi, 572,27 meter persegi melihat pengadilan, titik pertemuan (titik pertemuan), taman atau ruang terbuka hijau, dan amfiteater. Untuk mewajibkan pedagang kaki lima, Pemerintah akan membuat 516 stan seluas 11 meter persegi, yang dipartisi menjadi 100 stan basah dan 416 stan kering. Demikian juga, Kementerian PUPR juga akan membuat kolam pemeliharaan seluas 2.041 meter persegi, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), dan kakus yang canggih.

Selokan jamban akan dikerjakan ke atas dari 28 unit untuk wanita, 22 unit untuk pria, 19 unit urinoir, 26 unit wastafel untuk membantu pengaturan air bersih dan sterilisasi. Sementara itu, rencana keuangan lengkap untuk pengembangan wilayah istirahat di Area Puncak mencapai Rp. 61,7 miliar. Sekalipun membangun wilayah peristirahatan, dukungan untuk rencana wilayah Bogor juga dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga di Kementerian PUPR melalui perluasan Puncak Bogor sepanjang 6 kilometer. Prosedur ini dibagi menjadi 5 bagian, dari Gadog (Ciawi) hingga Cisarua (Puncak). Perawatan area jalan Bogor Puncak telah selesai secara bertahap sejak akhir tahun 2018 dengan biaya Rp. 73,1 miliar melalui rencana multi-tahun APBN (2018 hingga 2019). Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pengembangan duplikasi Jembatan Gadog sepanjang 52 meter di Kabupaten Ciawi. Ekstensi telah bekerja untuk memperluas batas jalan dan mengurangi berat lalu lintas perancah lama yang bagian yang tersisa digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top